Senin, Desember 11News That Matters

Warga Tukad Unda Panen Pasir Gunung Agung

Selain membawa akibat yang merugikan warga, letusan Gunung Agung juga mendatangkan rejeki bagi penduduk lainnya. Seperti warga yang berdomisili di aliran sungai Unda Klungkung.

Semenjak tiga hari terakhir, warga sekitar mengeruk pasir dari Gunung Agung yang hanyut terbawa arus sungai. Pasir yang dipanen warga laris dibeli, karena tempat penggalian pasir di kaki Gunung Agung ditutup untuk kegiatan galian c.

Pantauan langsung di lokasi, tukad Unda sekarang berwarna coklat pekat. Aliran sungai berwarna seperti ini karena bercampur dengan berbagai material dari perut gunung Agung yang kini sedang aktif.

Aliran air sungai bercampur pasir ini kemudian terbawa ke tukad Unda di wilayah desa Semarapura Kangin Klungkung.

Warga sekitar kemudian mengumpulkan pasir yang mengendap di dasar sungai. Dalam satu hari warga dapat mengumpulkan pasir satu truk pick up engkel dengan harga Rp 250 ribu.

Pembeli ada yang datang langsung ke lokasi pencarian pasir. Kalau pasir dikirim ke lokasi pembeli, maka harga satu truk engkel pasir ini bisa naik menjadi Rp 350 ribu.

“Saya sudah tiga hari ini ikut menambang pasir, supaya dapat penghasilan, saya tidak takut tapi tetap waspada, jika terjadi apa apa nanti ya cepat lari saja,” kata Nengah Lapar, salah seorang pencari pasir di Tukad Unda.

Walaupun aktivitas pencarian pasir ini termasuk berbahaya, namun warga mengaku tidak takut. Bagi mereka, pasir yang hanyut dari Gunung Agung ini bisa menjadi sumber rejeki untuk menutupi kebutuhan sehari hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *