Senin, Desember 11News That Matters

Nusa Penida Festival Siap Menggairahkan Pariwisata Bali

Acara tahunan Kabupaten Klungkung, Bali, yang telah dikenal mancanegara yaitu Nusa Penida Festival (NPF) IV akan diadakan pada tanggal 6 – 9 Desember 2017.

Mengusung tema “Blue Paradise Island” atau Pulau Surga Biru Yang Aman.

Acara yang menggerakan potensi destinasi wisata berbasis seni, budaya dan alam ini, mengklaim siap menarik minat wisatawan mancanegara dan lokal untuk dijadikan pilihan tujuan wisata di akhir tahun.

Terkait dengan adanya eurpsi Gunung Agung di Kabupaten Karang Asem, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengtamakan keamanan dan keselamatan para wisatawan yang akan hadir.

Nyoman menilai acara NPF justru dapat memicu pendapatan sektor pariwisata Bali yang saat ini sedang lesu atas persoalan tersebut.

“Di tengah kelesuan pariwisata saat ini, bandara buka tutup, Gunung Agung aktif, otomatis pariwisata anjlok, nah disinilah kita tetap berpromosi, bahwa Nusa Penida masih aman untuk didatangi, bali masih aman buktinya festival kita gelar,” ujarnya saat diwawancarai di Kantornya Kamis (30/11).

Suwirta juga menjelaskan, NPF IV ini juga merupakan momentum untuk berdoa agar alam Bali selalu aman.

“Di hari pertama akan digelar upacara larung laut (Pakelem, red) tujuannya berdoa untuk keseimbangan alam senantiasa dalam lindunganNya disaat kondisi Gunung Agung saat ini,” ujar Suwirta.

Dalam kesempatan yang sama, Panitia NPF, I Nyoman Widana menjelaskan urutan acara NPF akan dimeriahkan banyak seniman dari Kabupaten Klungkung.

“Di hari pertama dalam upacara Pakelem akan ditampilkan Tari Rejang massal oleh 1500 penari, dari warga lokal Nusa Penida,” ujar Widana.

Pakelem ini adalah adat warga Nusa Penida, sebagai wujud terima kasih kepada alam yang sudah memberikan kehidupan bagi warga Nusa Penida.

Jika tahun sebelumnya, NPF diadakan di Desa Ped, Pulau Nusa Penida, tahun ini dipusatkan di Pantai Mahagiri, Desa Jungut Batu Nusa Lembongan.

Widana juga menjelaskan NPF VI tetap memiliki essensi dari Visi dan Misi Kabupaten Klungkung yakni Gema Santi atau singkatan dari Gerakan Masyarakat Santun dan Inovatif Salah satunya membersihkan pantai dan pelestarian karang laut dan mangrove, sebagai jaringan ekosistem yang sangat berguna di Pulau Nusa Penida.

“Memasuki tahun ke empat ini, NPF kian mengukuhkan soliditas warga dalam membangun keberlanjutan kegiatan kepariwisataan yang telah memberikan sumbangsih besar bagi perekonomian setempat,” ujar Widana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *