Sabtu, September 22News That Matters

Pariwisata Bali Masih Diprioritaskan Walaupun Erupsi

Pemerintah masih mendahulukan pariwisata di Bali untuk mendongkrak kunjungan wisatawan asing (wisman) tahun depan. Walau, kondisi Gunung Agung di Bali belum pasti sampai saat ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, pihaknya akan mencari cara supaya Bali masih tetap dapat diakses. “Tetap kami fokus Bali, mungkin akan kami pikirkan ke Banyuwangi, dari Banyuwangi melalui darat seandainya bandara tutup. Cari alternatif lain,” ujar dia di kawasan SCBD Sudirman Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Menurut Arief, Bali masih menjadi yang utama mengingat sebagian besar kunjungan turis asing ke Bali. Setidaknya, 40 persen wisman mengunjungi Pulau Dewata tersebut. “(Tetap Bali?) Harus, karena Bali 40 persen, jadi fokusnya tetap Bali,” imbuhnya.

Kementerian Pariwisata akan berusaha membuat Bali tetap hidup. Caranya, dengan mendorong wisatawan lokal. “Domestik mulai bisa, mass domestik kita dorong ke sana supaya tetap hidup Bali,” tukas dia.

Arief menambahkan, target wisman untuk 2017 sebanyak 15 juta wisman. Dengan erupsi ini, maka diperkirakan jumlah kunjungan berkurang 1 juta wisman.

“Tahun ini 15 juta turis asing mengingat kejadian meletus erupsi Gunung Agung shortage 1 juta, jadi 14 juta atau 95 persen,” kata dia.

Dia melanjutkan, kunjungan wisman ke Indonesia sekarang ini 15 ribu per hari dan terus naik. Bahkan, di bulan Agustus sudah mencapai 20 ribu per hari.

Menurut Arief, seharusnya kunjungan di bulan Desember dapat mencapai 25 ribu. “Jadi jika per hari 15 ribu, tapi mulai Agustus 20 ribu. Desember seharusnya 25 ribu per hari karena satu bulan itu bisa 750 ribu,” ujar dia.

Tapi, jumlah kunjungan yang harusnya melesat di akhir tahun diperkirakan tidak sesuai harapan. “Sayangnya yang seharusnya panen,” tambah dia.

Arief menuturkan, kondisi sekarang berpengaruh juga pada penerimaan devisa dalam negeri. Seharusnya, dengan 15 juta wisatawan asing, devisa yang masuk mencapai US$ 18 miliar.

“Devisa gampang hitungnya, satu orang US$ 1.200 jika seandainya tercapai 15 juta wisman US$ 18 miliar. Tapi sekarang kurang, cuma US$ 13,8 miliar atau hampir US$ 14 miliar,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *