Senin, Juli 16News That Matters

Kunjungan Sepi, Monkey Forest Berbenah

Keresahan para pengusaha pariwisata tentu tidak akan meluluhkan bencana Gunung Agung yang sampai sekarang ini masih berlangsung. Ditengah situasi renggang seperti ini, pelaku pariwisata mesti melakukan pembenahan, seperti perbaikan di internal yang sedang dilakukan di objek wisata Mandala Suci Wanara Wana atau dikenal Monkey forest Ubud.

“Ya sekarang lebih gampang melakukan perbaikan, karena wisatawan agak renggang, kalau hari biasa yang padat kunjungan itu cukup susah mengatur pekerjaan, “ ujar manager Monkey Forest Ubud, Nyoman Buana, Selasa (5/12).

Ditegaskan bahwa perbaikan di objek wisata ini telah diagendakan sejak 2016, tapi beberapa kali tertunda karena padatnya kunjungan. Seperti penghutanan kembali areal yang sebelumnya dijadikan areal parkir, ditambah perbaikan sejumlah infrastruktur berupa jalan setapak hingga lalu lintas untuk penyandang disabilitas.

“Dalam situasi beginilah kita ada waktu maksimal melakukan pembenahan, jadi begitu situasi Gunung Agung membaik dan pengunjung kembali, kita sudah siap objek kunjungan yang lebih biak, “ terangnya.

Nyoman Buana menjelaskan sebelumnya pada hari biasa kunjungan ke Monkey Forest Ubud bisa mencapai 4000 turis setiap harinya, sementara memasuki high session bisa melebihi 5000 wisatawan. “ Apalagi kalau sudah bulan Desember seperti tahun lalu padat sekali, kalau masuk ke dalam yang terlihat hanya kepala orang,“ ujarnya.

Namun semenjak aktifnya Gunung Agung yang dibarengi dengan beberapa hari penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai, telah menurunkan tingkat kunjungan ke objek wisata itu. “Jika sekarang kunjungan perhari masih seribuan, kunjungan paling rendah tercatat 1008 wisatawan perhari, “ katanya.

Menurut Nyoman Buana faktor dominan yang membatalkan kunjungan adalah wisatawan yang berlibur menggunakan grup melalui travel, sementara wisatawan yang mengagendakan liburan secara pribadi tetap melanjutkan kunjungan. “Jadi wisatawan yang liburan secara pribadi ini masih tetap menikmati kunjungan di Bali,“ ucapnya.

Nyoman Buana juga mengatakan banyak turis yang sudah melek dengan Bencana Gunung Agung. Seperti mempertimbangkan jarak Gunung Agung ke Ubud mencapai 51 km, sementara jika jarak di Bandara Internasional Ngurah Rai 67 km. “Sementara radius kerawanan bencana Gunung Agung paling jauh kan cuma 12 km, jadi jauh itu,“ ujarnya.

Memperhitungkan hal itu, Nyoman Buana mempercayai jelang akhir tahun masih ada turis yang berlibur ke Bali. “ Kita hitung saat ini masih ada 4000 an wisatawan yang masuk lewat bandara, dari jumlah itu 25 persennya pasti berkunjung ke Ubud khususnya Monkey Forest, Ubud, “ imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *