Rabu, Januari 17News That Matters

Buleleng Genjot Penanaman Jagung Hibrida

Puluhan petani jagung di Kecamatan Gerokgak melakukan kegiatan penanaman jagung hibrida. Program Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng itu adalah salah satu cara untuk memenuhi swasembada pangan terutama pada komoditas jagung, padi dan kedelai (pajale).

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Nyoman Swatantra menjelaskan pengembangan penanaman jagung hibrida di Buleleng tahun ini dijalankan dua kali. Yaitu pada anggaran induk menyasar 1.000 hektare lahan dan di anggaran perubahan seluas 979 hektare.

Pengembangan penanaman jagung hibrida di Buleleng pun dilaksanakan di lima kecamatan saja yang jenis lahannya cocok ditanami jagung. Seperti Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, Sukasada, Seririt dan Gerokgak. Dari 1.979 hektare lahan yang dikembangkan paling banyak ada di Kecamatan Gerokgak, yaitu 1.300 hektare. Sedangkan empat kecamatan lainya seperti Sawan, Buleleng, Banjar dan Busungbiu digunakan untuk pengembangan tanaman padi dan kedelai yang disesuaikan dengan tekstur tanah.

Melalui pengembangan jagung hibrida itu diharapkan ke depannya Buleleng tetap aman dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakatnya. Terlebih pada kebutuhan karbohidrat. Satu hektar lahan jagung hibrida biasanya mampu menghasilkan 4-4,5 ton jagung kering. Pengembangan jagung hibrida ini pun diharapkan merambah ke lahan-lahan lainnya di lima kecamatan lain.

Selain itu panen jagung hibrida yang ditanam saat di tahap kedua diperkirakan akan memasuki masa panen sekitar bulan Maret-April 2018 yang akan datang. Sedangkan jagung hibrida yang ditanam di tahap pertama di 1.000 hektar lahan sekarang ini telah memasuki musim panen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *