Rabu, Januari 17News That Matters

Buleleng Genjot Aktifitas MICE

Kunjungan turis mancanegara yang surut, membuat Dinas Pariwisata Buleleng ganti strategi. Pemerintah sekarang tak lagi getol menggenjot kunjungan turis mancanegara, melainkan beralih ke pasar wisatawan lokal. Mereka diharapkan dapat mengisi kamar-kamar hotel di Bali Utara, dan menggairahkan sektor pariwisata.

Hembusan abu vulkanik ke arah Bandara Ngurah Rai, memang berakibat pada tingkat kunjungan turis. Pembatalan penerbangan, membuat turis tak bisa masuk dan keluar ke Pulau Bali. Akibatnya, sejumlah kamar hotel yang sudah dipesan pun terpaksa dibatalkan karena wisatawan tak bisa datang ke Bali.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Nyoman Sutrisna menjelaskan, umumnya kegiatan pariwisata di Buleleng berjalan dengan normal. Pasalnya destinasi tujuan wisata, terletak jauh dari Gunung Agung. Selain itu pusat akomodasi pariwisata juga berjarak sangat jauh dari kaldera gunung.

Menurut Sutrisna penutupan bandara berakibat pada penurunan tingkat hunian di hotel-hotel. “Sebenarnya turisnya membatalkan pesanan bukan karena erupsi. Tapi karena dia tidak bisa datang ke Bali karena bandara tutup, ya terpaksa cancel,” ujar Sutrisna.

Pemerintah pun berusaha mengubah strategi promosi. Kini promosi digalakkan ke wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Wisatawan domestik kini disasar agar mau menghabiskan akhir tahun mereka di Buleleng.

Selain itu Dispar Buleleng juga menggencarkan informasi pemanfaatan bandara alternatif serta akses transportasi pendukung, jika Bandara Ngurah Rai ditutup. Wisatawan yang disasar juga tergolong spesifik. “Kami incar untuk aktifitas MICE. Jadi yang mau konferensi, pameran, rapat, pertemuan, kami dorong agar diselenggarakan di Buleleng. Toh jaraknya juga jauh dari Buleleng,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *