Senin, Oktober 22News That Matters

Kemenpar Anggarkan 6 Miliar Demi Pulihkan Pariwisata Bali dan Lombok

Akibat erupsi Gunung Agung Bali sangat dirasakan oleh pengusaha pariwisata terlebih di Bali dan Lombok. Oleh sebab itu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan langkah strategis dengan mengganggarkan Rp 6 miliar untuk memulihkan kondisi pariwisata di kedua daerah tersebut.

Hal ini di katakan Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana pada Rapat Strategis Antisipasi Dampak Gunung Agung, di Hotel Lombok Astoria Mataram. Anggaran Rp 6 miliar itu menurut Gde Pitana tidak dibagi ke Pemerintah Provinsi Bali atau NTB, tetapi akan dibikinkan program supaya wisatawan bisa mendapatkan informasi yang jelas sehingga keadaan pariwisata di Bali dan NTB dapat kembali normal.

Untuk itu, Kemenpar akan menggandeng CNN, Trip Advisory, Bloomberg bahkan Google, dalam meluruskan informasi kedua daerah tujuan wisata yang telah mendunia itu. “Dalam kondisi sekarang ini aspek paling penting adalah informasi yang jelas dan mudah diakses turis maupun calon wisatawan yang akan berkunjung ke Bali maupun Lombok,” ujarnya.

Mantan Kadispar Bali ini menambahkan, situasi sekarang di Bali dan Lombok tetap aman dikunjungi. Kecuali daerah rawan bencana dengan radius 12 Km. Oleh karena itu, para turis tidak perlu kuatir mengunjungi kedua daerah tersebut.

Kadispar NTB Muhammad Lalu Faozal menjelaskan, akibat dari erupsi Gunung Agung ini merupakan persoalan yang serius bagi bisnis pariwisata di NTB. Situasi ini bisa berakibat pada target kunjungan turis ke NTB yang dicanangkan 3,5 juta orang ke NTB, tapi baru tercapai 80 persen. Padahal, libur akhir pekan lalu sangat diharapkan bisa mendukung untuk menenuhi target tersebut.

“Sedikitnya 3.000 pemesanan kamar hotel di Lombok dibatalkan. Belum lagi, ratusan pembatalan kunjungan melalui biro perjalanan wisata,” ujarnya. Faozal menambahkan, penurunan hunian hotel di Lombok sampai mencapai 40 persen dan ada pula satu hotel di Lombok kehilangan 1.800 room night.

Dengan situasi ini, tambahnya, hotel-hotel di Lombok memberikan diskon sampai 50 persen. Bahkan, ada hotel di Senggigi yang memberikan makan siang gratis bagi turis yang berkunjung ke Lombok. “Dalam kondisi seperti ini kita tidak boleh duduk diam dan merenung, kita harus segera mengambil langkah demi memulihkan sektor pariwisata, salah satunya dengan mengadakan rapat stategis ini”, ujar Faozal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *