Senin, Juli 16News That Matters

Baligrafi, Lomba Kreativitas Aksara Bali

Puluhan murid SMA/SMK di Negara Selasa (12/12), mengikuti kompetisi Baligrafi (kreasi seni aksara Bali). Lomba atas inisiatif Paiketan Penyuluh Bahasa Bali Jembrana ini berawal dari keprihatinan mulai hilangnya kemampuan angkatan muda dalam menulis aksara Bali. Jarang ditemukan siswa yang bisa membaca dan menulis aksara Bali. Apalagi sampai berkreasi seni menjadikan aksara membentuk suatu gambar atau karya seni.

I Made Surianta, pengajar Bahasa Bali yang juga selaku pelaksana kegiatan menjelaskan, meski baru pertamakali dilaksanakan di Jembrana, tapi antusias siswa cukup lumayan. Kreasi seni mereka juga beragam, walaupun masih setingkat SMA/SMK. “Seperti bentuk Matcya Awatara yang menjadi juara I dan Barong Rangda juara dua. Menariknya juga, peserta ini dari berbagai latarbelakang,” katanya.

Dari indikator itu, seharusnya para generasi muda Bali lebih antusias. Kecintaan murid-murid Jembrana terhadap seni aksara Bali ini dapat terus dikembangkan sampai mereka dewasa nanti. Bahkan bukan tidak mungkin dapat menjadi mata pencaharian ke depannya.

Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan ditengah lomba mengaku salut dan apresiasi atas usaha memasyarakatkan tradisi aksara Bali ini. Pihaknya juga merasakan bahwa generasi muda saat ini menurutnya sudah banyak yang mulai melupakan tradisi–tradisi keaksaraan yang ada di Bali. “Dengan kegiatan seperti ini harapan saya bisa membangkitkan tradisi keaksaraan yang hampir dilupakan generasi muda,” kata Kembang Hartawan.

Wabup juga setuju kemampuan peserta Baligrafi ini juga mempunyai potensi menciptakan nilai ekonomis dari seni yang dihasilkan. “Kita tahu di Bali sangat erat kaitannya dengan seni, tidak ada ada salahnya jika peserta Baligrafi juga membuat seni dengan nilai ekonomis, yang layak dijual. Bisa dalam wujud kreatif seperti meme, kartun, atau karikatur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *