Rabu, April 25News That Matters

Budaya

Baligrafi, Lomba Kreativitas Aksara Bali

Baligrafi, Lomba Kreativitas Aksara Bali

Budaya
Puluhan murid SMA/SMK di Negara Selasa (12/12), mengikuti kompetisi Baligrafi (kreasi seni aksara Bali). Lomba atas inisiatif Paiketan Penyuluh Bahasa Bali Jembrana ini berawal dari keprihatinan mulai hilangnya kemampuan angkatan muda dalam menulis aksara Bali. Jarang ditemukan siswa yang bisa membaca dan menulis aksara Bali. Apalagi sampai berkreasi seni menjadikan aksara membentuk suatu gambar atau karya seni. I Made Surianta, pengajar Bahasa Bali yang juga selaku pelaksana kegiatan menjelaskan, meski baru pertamakali dilaksanakan di Jembrana, tapi antusias siswa cukup lumayan. Kreasi seni mereka juga beragam, walaupun masih setingkat SMA/SMK. “Seperti bentuk Matcya Awatara yang menjadi juara I dan Barong Rangda juara dua. Menariknya juga, peserta ini dari berbagai latarbelakang,”
Pura Segara, Keberadaannya Harus Dilestarikan

Pura Segara, Keberadaannya Harus Dilestarikan

Budaya
Paruman Sulinggih seluruh Kota Denpasar kembali diselenggarakan pada Sabtu (9/12) di Wantilan Pura Desa Pakraman Peguyangan. Paruman yang dihadiri Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra ini membahas “Upaya Pelestarian Pura Segara Ditinjau dari Dharma Agama Hindu di Denpasar.” Paruman menghadirkan pembicara, diantaranya Pandita Mpu Daksa Yaksa Acharya Manuaba dan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Dwija Hari Murti. Acara ini dihadiri sekitar 214 sulinggih. Wali Kota Rai Mantra menjelaskan pembahasan Pura Segara menjadi pembahasan penting dalam pertemuan kali ini. Hal ini tak terlepas dari eksistensi Pura Segara yang merupakan salah satu potensi kebudayaan yang harus dilestarikan. Pura Segara juga tempat pemujaan Dewa Baruna untuk memohon supaya selalu memberikan kemakmuran kepada seluruh
Begini Pelaksanaan Saraswati Yang Bertepatan Dengan Nyepi

Begini Pelaksanaan Saraswati Yang Bertepatan Dengan Nyepi

Berita Provinsi, Budaya
Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali mengadakan Pasamuhan Madya II, guna membahas tentang pelaksanaan dua hari raya besar, yakni Saraswati dan Nyepi, yang jatuhnya bersamaan pada Saniscara Umanis Watugunung, 17 Maret 2018. Pada pasamuhan itu diputuskan, Hari Raya Saraswati tetap digelar pada hari Sabtu, tapi mulai pagi hari sampai jam 06.00 Wita. Ketua PHDI Provinsi Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana MSi, menerangkan, pasamuhan kali ini diadakan khusus untuk membahas perayaan Saraswati yang jatuh bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Sebab sudah banyak masyarakat bertanya-tanya tentang pertemuan dua hari raya besar tersebut. “Umat banyak sekali yang menanyakan tentang jatuhnya dua hari raya besar ini. Banyak juga umat Hindu yang ingin tahu seperti apa nanti merayakan Sara